About

Senin, 09 Oktober 2017

Organ pencernaan tambahan

Organ Pencernaan Tambahan
  1. Kelenjar Ludah
Kelenjar ludah (saliva) merupakan kelenjar yang menyereksi larutan mukus kedalam mulut, membasahi dan melumas partikel makan sebelum ditelan. Kelenjar ini mengandung dua enzim pencernaan, yaitu lipase lingua untuk mencerna lemak dan enzim ptialin/amilase untuk mencerna tepung.

Image result for kelenjar ludah

Kelenjar ludah terdiri dari:
  1. Kelenjar parotid adalah kelenjar saliva terbesar, terletak agak kebawah dan di depan telinga dan membuka melalui duktus parotid (stensen) menuju suatu elevasi kecil (papilla)yang terletak berhadapan dengan gigi molar kedua pada kedua sisi.
  2. Kelenjar submaksilar (submandibular) kurang lebih sebesar kacang kenari dan terletak di permukaan dalam pada mandibula serta membuka melalui duktus wharton menuju ke dasar mulut pada kedua sisi frenulum lingua.
  3. Kelenjar sublingual terletak di dasar mulut dan membuka melalui duktus sublingua kecil menuju ke dasar mulut.
Sekresi saliva dikendalikan melalui refleksi tidak bersyaraf dari lidah, esofagus,lambung dan usus halus sebelah atas dan refleks syaraf daerah korteks serebri dengan perantara melihat, menghirup, mendengar, dan memikirkan makanan. Dengan perangsangan syaraf simpatis sekresi saliva menjadi encer, volume menjadi besar, dan kandungan bahan organik sedikit disertai vasodilatasi pada kelenjar. 
  • Komposisi Saliva
  1. Air 97-99% ,
  2. Glukoprotein ( musin) yang dihasilkan oleh kelenjar- kelenjar mukosa sublingualis,
  3. Ptialin ( amilase) enzim pencernaan yang berfungsi mencerna tepung,
  4. Garam- garam alkali, dan
  5. Sel- sel epitel, sel kelenjar, leukosit, gas ( O2) bakteri
  • Fungsi Saliva
  1. Fungsi mekanis: Mencampur saliva dengan makanan agar menjadi lunak atau setegah cair yang disebut bolus agar mudah ditelan dan mendinginkan makanan.
  2. Fungsi kemis: Melarutkan makanan yang kering untuk dapat dirasakan. Misalnya, butiran gula / garam dalm mulut akan larut oleh saliva. Disamping itu saliva juga memenatau gigi- gigi yang menjadi busuk dengan cara mengubah suasana asam yang ditimbulkan bakteri pembusuk menjadi suasana alkalis.
  3. Saliva melembabakan dan melumasi makanan sehingga dapat ditelan. Saliva juga melembabkan bibir dan lidah sehingga terhindar dari kekeringan.
  4. Amilase pada saliva mengurai zat tepung menjadi polisakarida dan maltosa.

Apabila ada makanan dalam mulut terjadi rangsangan refleks otot- otot untuk menggerakkan mandibula. Otot yang berfungsi adalah :
  1. M.Elepator yang mengangkat rahang : Proyektornya M. Maseter dan M. Pterigoideus, retraktornya M. Temporalis
  2. M. Depresor yang menurunkan rahang: Proyektornya M. Pterigoideus eksternus dan M.Digastrikus, retraktor: M.Milohiodeus dan M. Geniohiodeus.

Kerja sama Otot pengunyah dengan otot lidah dan pipi sangat penting dalam proses mengunyah yang efisien untuk membentuk bolus ( makanan setengah cair) yang ditelan. Gerakan ritmik mengunyah dikendalikan oleh syaraf somatik menuju otot mulut dan rahang. Gerakan mengunyah secara refleks diaktifkan oleh tekanan pada makanan terhadap gusi, gigi, palatum durum, dan lidah. Kebanyakan otot pengunyah dipersarafi oleh cabang saraf otak V (N.Trigeminus), dan dikontrol oleh otak belakang.


  1. Gigi 
Gigi tersusun dalam kantong- kantong (alveoli) pada mandibula dan maksila Setiap lengkung barisan gigi pada rahang membentuk lengkung gigi. Lengkung bagian atas lebih besar dari bagian bawah sehingga gigi-gigi atas secara normal akan menutup ( overlap) gigi bawah. Manusia memilikki dua susunan gigi yaitu, gigi primer ( desiduous, gigi susu) dan gigi sekunder ( permanen).Gigi primer dalam setengah lengkung gigi ( dimulai dari ruang diantara dua gigi depan) terdiri dari, dua gigi seri, satu taring, dua geraham (molar), untuk total keseluruhan 20 gigi.Gigi sekunder mulai keluar pada usia lima sampai enam tahun. Setengah dari lengkung gigi terdiri dari dua gigi seri, satu taring, dua premolar ( bikuspid), dan tiga geraham ( trikuspid), untuk total keseluruhan 32 buah. Geraham ketiga disebut “ Gigi bungsu “.
  • Komponen gigi
  1. Mahkota adalah bagian gigi yang terlihat. Satu sampai tiga akar yang tertanam terdiri dari bagian gigi yang tertanam kedalam prosesus ( kantong) alveolar tulang rahang. 
  2. Mahkota dan akar bertemu pada leher yang diselubungi gingiva ( gusi).
  3. Membran feridontal merupakan jaringan ikat yang melapisi kantong alveolar dam melekat pada semantum di akar. Membran ini menahan ggigi dirahang. 
  4. Ronnga pulpa dalam mahkota melebar kedalam saluran akar, berisi pulpa gigi yang mengandung pembuluh darah dan saraf. Saluran akar membuka ketulang melalui foramen apikal. 
  5. Dentin, dentin menyelubungi rongga pupla dan membentuk bagian terbesar gigi. Dentin pada bagian mahkota tertutup oleh email. Dan dibagian akar oleh sementum. Email terdidri atas 97% zat anorganik ( terutama kalsium fosfat) dan merupakan zat terkeras dalam tubuh. Zat ini berfungsi untuk melindungi, tetapi dapat tererosi oleh enzim dan asam yang diproduksi bakteri mulut dan mengakibatkan karies gigi . Fluorida dalam air minum atau yang sengaja dikenaka pada gigi dapat memperkuat email. 
  • Fungsi Gigi
Gigi berfungsi dalam proses mastikasi ( pengunyahan ). Makanan yang masuk kedalam mulut dipotong menjadi bagian-bagian kecil dan bercampur dalam saliva untuk membentuk bolus makanan yang dapat ditelan. 


  1. Hati
Hati adalah organ viseral (dalam rongga abdomen) terbesar yang terletak di bawah kerangka iga. Pada kondisi hidup, hati berwarna merah tua karena kaya akan persediaan darah dan kaya nutrien dari vena portal dan vena hepatika. Hati merupakan organ terbesar dalam tubuh, struktur hati memiliki dua lobus utama, lobus kanan dan lobus kecil kiri , dipisahkan oleh ligamentum. Setiap lobus dibagi menjadi banyak lobulus hati yang berfungsi sebagai struktural dan unit fungsional. Lobulus terdiri dari banyak sel hati yang diatur dalam kelompok longitudinal yang memancar keluar dari vena sentral. Sinusoid hati memisahkan kelompok sel dari satu sama lain. Besar sel fagositik disebut Kupffer sel yang melekat pada lapisan sinusoid hati. Sel ini berfungsi menghilangkan patogen dan puing-puing yang telah memasuki vena portal hati di usus kecil. Portal triad terdiri dari tiga struktur yang terletak antara lobulus: saluran empedu yang mengambil empedu jauh dari hati, sebuah cabang dari arteri hepatik yang membawa darah kaya O2 ke hati, dan cabang dari portal hepatik vena yang mengangkut nutrisi dari usus. Saluran empedu bergabung untuk membentuk saluran hepatik umum. Vena sentral lobulus memasukkan vena hepatika menelusuri jalan darah dari usus ke hati melalui pembuluh darah portal dan dari hati ke vena cava inferior melalui vena hepatika.

Hati berfungsi sebagai pembuluh darah portal melewati hati, sel-sel hati membuang zat beracun dan detoksifikasi. Hati juga menghilangkan nutrisi dan bekerja untuk menjaga isi konstanta darah. Hati juga berfungsi menyimpan zat besi dan vitamin larut lemak ( A, D, E, dan K), membuat protein plasma dari asam amino, dan membantu mengatur jumlah kolesterol dalam darah Hati mempertahankan tingkat glukosa darah sekitar 100 mg/100 ml (0,1%), meskipun seseorang makan sebentar-sebentar. Ketika insulin bekerja, kelebihan glukosa dalam darah akan dihapus dan disimpan oleh hati sebagai glikogen. Begitu pula sebaliknya, glikogen dipecah menjadi glukosa, yang memasuki vena hati, dan dengan cara ini, tingkat glukosa darah tetap konstan. Jika pasokan glikogen habis, hati mengkonversi gliserol (dari lemak) dan asam amino ke molekul glukosa. Konversi asam amino menjadi glukosa melalui proses deaminasi, yaitu penghapusan gugus amino dan produksi amonia. Dengan jalur metabolisme yang kompleks, hati menggabungkan amoniak dengan karbon dioksida untuk membentuk urea. Urea adalah produk limbah nitrogen dari kerusakan asam amino manusia. Setelah pembentukannya dalam hati, urea diekskresikan oleh ginjal. 

Hati menghasilkan empedu, yang disimpan di kantong empedu. Empedu memiliki warna hijau kekuningan karena mengandung empedu pigmen bilirubin, yang berasal dari pemecahan hemoglobin, pigmen sel darah merah. Empedu juga mengandung garam empedu. Garam empedu berasal dari kolesterol, dan mengemulsi lemak dalam usus kecil.

Ketika emulsi lemak rusak menjadi tetesan, menjadi permukaan yang lebih luas, yang dapat ditindaklanjuti oleh enzim pencernaan dari pankreas. Secara keseluruhan, berikut ini adalah cara yang signifikan di mana hati membantu mempertahankan homeostasis:
  1. Mendetoksifikasi darah dengan menghapus dan metabolisme zat beracun.
  2. Penghasil zat besi (Fe2) Dan vitamin larut lemak A, D, E, dan K.
  3. Membuat protein plasma, misalnya Albumin dan fibrinogen, dari asam amino.
  4. Mengubah glukosa sebagai glikogen setelah makan, dan mengubah glikogen menjadi glukosa untuk mempertahankan konsentrasi glukosa dalam darah antara periode makan.
  5. Menghasilkan urea setelah perusakan asam amino.
  6. Menghancurkan sel-sel darah merah tua, seperti bilirubin, suatu rincian produk hemoglobin dalam produk hati.
  7. Membantu mengatur tingkat kolesterol darah, mengkonversi beberapa garam empedu.
  • Pembentukan dan penghancuran sel darah merah

Selama enam bulan kehidupan fetus, hepar memproduksi sel-sel darah merah. Setelah enam bulan fungsi tersebut diambil alih oleh sumsum tulang. Sepanjang masa kehidupannya, sel-sel darah merah dihancurkan dalam sel-sel sistem retikulo endotelial termasuk yang melapisi sinusoid dari hepar.

  • Peranan Hati dalam Metabolisme Lemak

Sel-sel hati merupakan satu kompleks laboratorium kimia dengan sejumlah proses yang berbeda terjadi di dalamnya. Kebutuhan tubuh diberi sinyal oleh hormon dan enzim untuk mengatur metabolisme lemak. Di dalam hati, asam lemak disintesis melalui proses lipogenesis membentuk trigliserida baru. Bahan ini kemudian dikeluarkan dari hati dengan bantuan lipoprotein dan membawanya ke jaringan adiposa untuk disimpan kecuali bila diperlukan.

Karbohidrat berfungsi seperti lemak yaitu merupakan bahan untuk menunjang terjadinya proses lipogenesis (pembentukan lemak) yaitu asam lemak dan gliserol disintesis dari karbohidrat yang mengikuti jalur seperti trigliserida yang secara langsung disintesis dari pencernaan lipid. Proses ini menyebabkan terjadinya kelebihan kalori yang berasal dari karbohidrat selain dari simpanan lemak yang telah ada.

Proses lipolisis (pemecahan lemak) terjadi dalam hati pada waktu yang sama seperti trigliserida untuk membentuk asam lemak dan gliserol. Reaksi trigliserida merupakan reaksi bolak-balik yang terjadi akibat kebutuhan oleh organisme pada waktu tertentu. Jika suplai lernak berlebihan dalam hati, maka proses lipogenesis akan mengubah lemak tersebut menjadi bentuk yang dapat ditranspor dan disimpan.

Jika suatu organisme memerlukan energi yang berasal dari lemak, maka proses lipolisis akan terjadi untuk menghasilkan lebih daripada yang terdapat dalam sirkulasi. Dalam hal ini trigliserida dapat dihidrolisis dan disintesis kembali untuk dipakai sebagai energi yang digunakan untuk membentuk lemak lain seperti fosfolipid (lipid mengandung fosfor) dan kolesterol.

Dalam hati, kolesterol disintesis dari dua molekul karbon yang berasal dan asetil KoA. Hati juga mengeluarkan kolesterol dari sirkulasi. Kolesterol dari kedua surnber ini akan diubah menjadi asam empedu yang akan masuk ke dalam kantong empedu untuk disimpan sebagai komponen empedu.

  • Kelainan fungsi hati

Di ikterus hemolitik, sel darah merah telah rusak ketika seseorang memiliki penyakit hati, penyakit kuning mungkin terjadi. Jaundice adalah warna kekuningan pada bagian putih mata dan juga pada kulit cahaya-pigmen seseorang. Bilirubin disimpan di kulit akibat jumlah normal dalam jumlah besar, dalam ikterus obstruktif, saluran empedu dihentikan, atau sel-sel hati yang rusak. jaundice juga bisa terjadi akibat hepatitis, radang hati. Hepatitis virus terjadi dalam beberapa bentuk. Hepatitis A adalah biasanya diperoleh dari limbah-air minum yang tercemar.

Hepatitis B, yang biasanya ditularkan melalui kontak seksual, bisa juga ditularkan melalui transfusi darah atau jarum yang terkontaminasi. Virus hepatitis B lebih menular daripada AIDS virus, yang menyebar dengan cara yang sama. Untungnya, bagaimanapun vaksin sekarang tersedia untuk hepatitis B. Hepatitis C, yang biasanya diperoleh melalui kontak dengan darah yang terinfeksi dan untuk tidak ada vaksin, dapat menyebabkan kronis, hepatitis kanker hati, dan kematian.

Sirosis merupakan penyakit kronis hati. Pertama organ menjadi lemak, dan kemudian jaringan hati digantikan oleh tidak aktif fibrous jaringan parut. Sirosis hati sering terlihat karena kekurangan gizi pecandu alkohol dan jumlah berlebihan alkohol (racun) hati dipaksa untuk memecah Hepatitis dan sirosis hati mempengaruhi keseluruhan dan menghambat kemampuannya untuk memperbaiki dirinya sendiri. Oleh karena itu, mereka mengancam nyawat. Hati memiliki kekuatan regeneratif menakjubkan dan dapat pulih jika laju regenerasi melebihi laju kerusakan. Namun, ada kemungkin tidak cukup waktu untuk membiarkan hati menyembuhkan dirinya sendiri. 

Transplantasi hati biasanya merupakan pengobatan pilihan untuk gagal hati, tapi hati buatan telah dikembangkan dan dincoba dalam beberapa kasus. Salah satu jenisnya adalah cartridge yang mengandung sel-sel hati. Darah pasien melewati pipa selulosa asetat dari cartridge dan dilayani dalam cara yang sama seperti hati yang norma. Sementara, hati pasien memiliki kesempatan untuk pulih.

D.Kandung Empedu

Kantong empedu berbentuk seperti buah pir, kantung otot yang terletak di depresi pada permukaan inferior hati. Sekitar 1.000 ml cairan empedu yang dihasilkan oleh hati setiap hari, dan setiap kelebihannya disimpan dalam kantong empedu. Air diserap kembali oleh kantong empedu sehingga empedu menjadi tebal, mucuslike materi. Jika diperlukan, empedu meninggalkan kantong empedu dari duktus sistikus. 

Duktus sistikus dan duktus hepatik umum bergabung untuk membentuk saluran empedu umum, yang masuk duodenum. Kandungan kolesterol empedu bisa keluar dari solusi dan berbentuk kristal. Jika kristal tumbuh , mereka membentuk batu empedu. Bagian dari batu-batu dari kantong empedu dapat memblokir saluran empedu dan menyebabkan ikterus obstruktif. Kemudian kantong empedu mungkin harus dihilangkan. 

Fungsi Garam empedu melaksanakan emulsifikasi, mereka putus massa lemak menjadi butiran yang dapat bertindak dengan enzim yang mencerna lemak. Melalui kemampuan mereka untuk membuat lemak berinteraksi dengan air, mereka juga meningkatkan penyerapan asam lemak, kolesterol, dan vitamin larut lemak A, D, E, dan K.

Beberapa fungsi kandung empedu dijelaskan di bawah ini:
  1. Menyimpan cairan empedu yang secara terus-menerus disekresi oleh sel hati, sampai diperlukan oleh duodenum. Cairan mengalir ke dalam kandung empedu dan akan dilepas oleh rangsangan CCK.
  2. Mengonsentrasi cairan dengan cara mereabsorpsi air dan elektrolit. Kandung empedu mampu menampung hasil 12 jam sekresi empedu hati.
  • Cairan Empedu
Merupakan cairan kental berwarna kuning kehijauan yang dihasilkan secara terus-menerus oleh sel hepar ±500-1000 ml sehari. Empedu merupakan zat esensial (zat dasar) yang diperlukan dalam pencernaan dan penyerapan lemak. Empedu juga merupakan suatu media yang menyekresi zat tertentu yang tidak dapat dieksresi ginjal.

Fungsi garam empedu dalam usus halus adalah sebagai berikut:
  1. Emulsifikasi lemakgaram empedu mengemulsi globulus lemak besar dalam usus halus yang kemudian menghasilkan globules (protein larut dalam lemak) yang lebih kecil dan area permukaan yang lebih luas untuk kerja enzim.
  2. Absorspsi lemak garam empedu membantu absorpsi zat yang terlarut dalam lemak dengan cara memfasilitasi jalurnya untuk menembus membran.
  3. Pengeluaran kolesterol dari tubuh: garam empedu berkaitan dengan kolesterol dan lesitin untuk membentuk agregasi (kelompok lemak) kecil yang disebut micelle yang akan dibuang melalui feses.

Kendali pada sekresi dan aliran empedu diatur oleh faktor saraf (impuls I parasimpatis) dan hormon sekretin, serta CCK yang mengatur cairan pankreas. Saat asam lemak dan asam amino mencapai usus halus, CCK dilepas untuk memicu kontraksi otot sfingter Oddi. Cairan empedu kemudian didorong ke dalam duodenum.

Unsur-unsur yang terdapat pada cairan empedu adalah sebagai berikut:
  1. Garam-garam empedudisintesis oleh hati dari kolesterol suatu alcohol steroid (cincin karbon) yang banyak dihasilkan hati. Garam empedu berfungsi membantu pencernaan lemak dan mengemulsi lemak dengan kelenjar lipase dari pankreas.
  2. Sirkulasi enterohepatik: garam empedu (pigmen) direabsorpsi dari usus halus ke dalam vena porta dan dialirkan kembali ke hati untuk digunakan ulang.
  3. Pigmen-pigmen empedu: merupakan hasil utama dari pemecahan hemoglobin. Sel hati mengangkut hemoglobin dari plasma dan menyekresinya ke dalam empedu. Pigmen empedu tidak mempunyai fungsi dalam proses pencernaan.
  4. Bakteri dalam usus halus: mengubah bilirubin menjadi urobilin yaitu salah satu zat yang direabsorpsi dari usus, kemudian diubah menjadi sterkobilin (pigmen empedu) yang disekresi melalui feses. Zat inilah yang menyebabkan feses berwarna kuning.

Kolesistokinin menyebabkan kontraksi otot kandung empedu pada waktu bersamaan terjadinya relaksasi sehingga empedu mengalir ke dalam duktus sistikus dan duktus koledokus sehingga terjadi peristaltik usus lalu masuk ke duodenum.

Empedu adalah produk hati berbentuk cairan yang mengandung mukus, mempunyai warna kuning kehijauan dan mempunyai reaksi basa. Komposisi empedu adalah garam-garam empedu, pigmen empedu, kolesterol, lesitin, lemak, dan garam organik. Pigmen empedu terdiri atas bilirubin (cairan impedu) dan biliuerdin (oksidasi bilirubun). Pada saat terjadinya kerusakan butiran-butira-darah merah, hemoglobin dikeluarkan dari butiran-butiran darah merah terurai menjadi globin (protein hemoglobin) dan bilirubin sebagai pigmen yang tidak mempunyai unsur besi lagi.

  • Pembentukan Bilirubin

Terjadi dalam sistem retikulo endotelial di dalam sumsum tulang, limpa, dan ha.-Bilirubin yang telah dibebaskan ke dalam peredaran darah disebut haemobilimbinsedangkan bilirubin yang terdapat dalam empedu disebut cholebilirubin (bilirubin empedu).

Garam empedu dibentuk dalam hati yang terdiri atas natrium glicokholat dan natrium taurokholat (garam sulfur). Garam-garam empedu ini akan menyebabkan kolesterol di dalam empedu yang berada dalam keadaan cair karena garam-garam empedu tersebut mempunyai sifat hirotropik. Garam empedu meningkatkan kerja enzim-enzim yang berasal dari pankreas yaitu amilase, tripsin, dan lipase. Garam empedu meningkatkan penyerapan baik lemak netral maupun asam lemak. Empedu dihasilkan oleh hati dan disimpan dalam kandung empedu sebelum disekresi ke dalam usus.

Pada waktu terjadi pencernaan, otot lingkar kandung empedu dalam keadaan relaksasi, bersamaan dengan itu tekanan dalam kantong empedu akan meningkat dan terjadi kontraksi pada kandung empedu sehingga cairan empedu mengalir dan masuk ke dalam duodenum. Rangsangan terhadap saraf simpatis mengakibatkan terjadinya kontraksi pada kandung empedu.

E.Pankreas

Kelenjar pankreas mengandung natrium bikarbonat (NaHCO3) dan enzim pencernaan untuk semua jenis makanan. Sodium bicarbonate menetralkan air dalam perut yg menghancurkan makanan, sedangkan pepsin bertindak menjaga suasana asam dalam perut, enzim pankreas memerlukan sedikit suasana basa . Amilase pankreas berfungsi mencerna pati, tripsin mencerna protein, dan lipase mencerna lemak. Kelenjar pankreas juga berisi dua nucleases, yaitu enzim yang memecah asam nukleat molekul menjadi nukleotida. Dalam cystic fibrosis, lendir tebal melapisi saluran pankreas. 

Komposisi cairan pankreas tergantung pada rangsangan yang diterima oleh sel-sel sekretoris pankreas. Cairan pankreas yang mengandung enzim dapat ditingkatkan produksinya melalui rangsangan saraf maupun rangsangan hormonal. Rangsangan nervus vagus meningkatkan konsentrasi enzim di dalam cairan pankreas, diiringi dengan menurunnya jurnlah butiran zymogen (enzim) I vang terdapat dalam sel-sel asiner (berbentuk seperti anggur) pada pankreas.

Serabut saraf parasimpatis menginervasi sel-sel aciner (sel berbentuk anggur) berhubungan dengan sel-sel dari pulau-pulau langerhans. Serabut saraf simpatis akan berakhir pada pembuluh darah pankreas dan rangsangan terhadap saraf simpatis akan mengakibatkan meningkatnya sekresi cairan pankreas.

Pemasukan HCL ke dalam duodenum mengakibatkan terjadinya sekresi cairan pankreas. Sekresi ini oleh HCL masih berlangsung ketika semua saraf yang menginervasi pankreas diputuskan. Saraf memegang peranan di dalam sekresi cairan pankreas, berkenaan dengan peranan hormonal terhadap sekresi cairan pankreas. Zat aktif yang diperoleh dari ekstrak duodenum dikenal dengan nama sekretinyang meningkatkan pelarut enzim yang terdapat di dalam cairan pankreas. Cairan pankreas dihasilkan sebagai respons terhadap sekretin yang mempunyai berat jenis yang rendah, tetapi mempunyai pH yang lebih tinggi dibandingkan dengan cairan pankreas yang dihasilkan sebagai respons terhadap rangsangan saraf.

Cairan pankreas mempunyai pH ke arah basa (pH 8,4). Keadaan ini disebabkan adanya NaHCO3 sebesar 0,3-0,6% yang berfungsi menetralisir asam, dalam 24 jam disekresi sebanyak 500-2000 cc dan mengandung 8 gram NaCl. Cairan pankreas mengandung 2 macam protein yaitu albumin dan globulinserta mengandung 3 macam enzim yaitu lipase, atnilase, dan tripsinTripsin adalah enzim proteolitik yang bekerja dengan optimal pada medium yang bersifat basa. Enzim ini akan menguraikan protein menjadi polipeptida selanjutnya diurai menjadi asam amino.

Amilase akan menguraikan pati menjadi maltosa diubah menjadi 2 molekul glukosa oleh maltosa yang terdapat di dalam cairan usus halus (succus entericus)Lipase akan menguraikan lemak netral (trigliserida) menjadi digliserida, monogliserida, asam lemak bebas, dan gliserol, pH optimum amilase adalah 7,0 dan lipase 8,0. Dalam proses pencernaan lemak, garam-garam empedu berperan secara khusus untuk mengaktifkan lipase. Efek khusus yang mempengaruhi lipase adalah kemampuan garam-garam empedu untuk membuat lemak yang dikonsumsi berubah bentuk menjadi sebuah emulsisehingga permukaan lemak menjadi lebih besar dan memudahkan bagi lipase untuk mencernanya.
  • Komposisi Cairan Pankreas

Cairan pancreas mengandung enzim untuk mencerna protein, karbohidrat, dan lemak.
  1. Enzim proteolitik pankreas (protease)
    1. Tripsinogen yang disekresi oleh pankreas diaktivasi menjadi tripsin oleh enterokinase yang diproduksi oleh usus halus. Tripsin mencerna protein 1 dan polipeptida besar untuk membentuk peptide dan polipeptida yang lebih kecil.
    2. Kimotnpsin: teraktifasi oleh kimotripsinogen, merniliki fungsi yang sama seperti tripsin terhadap protein.
    3. Karboksipeptidase, aminopeptidase, dan dipeptidase: adalah enzim yang melanjutkan proses pencernaan protein untuk menghasilkan asam amino bebas.
  1. Lipase pankreasmenghidrolisis lemak menjadi asam lemak dan gliserol setelah lemak diemulsi oleh garam-garam empedu.
  2. Amilase pankreas menghidrolisis zat tepung yang tidak tercerna oleh amilase saliva menjadi disakarida (maltosa, sukrosa, dan laktosa).
  3. Ribonuklease dan deoksiribonuklease menghidrolisis RNA dan DNA menjadi blok-blok pembentuk nukleotida.
  • Pencernaan secara kimia

Enzim pencernaan adalah enzim hidrolitik, yang berada dibawah kendali zat dengan pengenalan air pada obligai tertentu. Enzim pencernaan memiliki pH optimum di mana mereka bekerja dengan baik.Di mulut, air liur dari kelenjar ludah memiliki pH netral dan mengandung amilase saliva, enzim pertama untuk bertindak atas patiberkenaan dgn air liur

K.Amilase
  • pati+ H2O maltosa

Perhatikan bahwa nama enzim yang tertulis di atas panah untuk menunjukkan bahwa itu tidak habis. Dalam kasus ini, enzim kecepatan pemecahan pati menjadi maltosa, disakarida. Molekul maltosa terlalu besar untuk diserap oleh pencernaan yang kanal, sehingga pencernaan lebih diperlukan. Di perut, cairan lambung disekresikan oleh kelenjar lambung memiliki pH sangat rendah sekitar 2 karena mengandung asam klorida (HCl). Prekursor, pepsinogen, dikonversi menjadi enzim Pepsin bila terkena HCl. Pepsin bekerja pada protein menghasilkan peptida:

pepsin
  • protein + H2O peptida

peptida panjangnya bervariasi, tetapi mereka biasanya terlalu besar untuk diserap dan harus dipecah lebih lanjut. Dalam usus kecil, pati, protein, asam nukleat, dan lemak semua dipecah secara enzimatik. Kelenjar pankreas, yang memasuki duodenum, memiliki pH basa karena mengandung natrium bikarbonat (NaHCO3). Salah satu enzim pankreas, amilase pankreas, mencerna pati. Enzim lain pankreas, tripsin, mencerna protein: 
  • Tripsin prptein+ H2O peptida

Tripsin disekresi sebagai tripsinogen, yang dikonversi menjadi tripsin dalam duodenum. Lipase, enzim pankreas ketiga, mencerna molekul lemak dalam tetesan lemak setelah diemulsikan oleh garam empedu :

garam empedu

  • lemak tetesan lemak
  • tetesan lemak+ H2O gliserol+ asam lemak 

Seperti disebutkan sebelumnya, gliserol dan asam lemak memasuki sel-sel vili, dan dalam sel-sel ini, mereka bergabung dan dikemas sebagai tetesan lipoprotein sebelum memasuki lakteal. Peptidase dan maltase, enzim yang diproduksi oleh kecil usus, menyelesaikan pencernaan protein menjadi asam amino dan pati menjadi glukosa, masing-masing. 

Asam amino dan glukosa adalah molekul kecil yang menyeberang ke sel-sel vili. Peptida, yang hasil pertama dari langkah dalam pencernaan protein, yang dicerna menjadi asam amino oleh peptidases:

  • Peptide+ H2O asam amino



Maltosa, suatu disakarida yang dihasilkan dari langkah pertama di pati pencernaan, dicerna menjadi glukosa oleh maltase.
  • Maltose+H2O glukosa

Disakarida lainnya, masing-masing memiliki enzim sendiri, dicerna dalam usus kecil. beberapa enzim pencernaan utama diproduksi oleh saluran pencernaan, kelenjar ludah, atau pankreas. Setiap jenis makanan dipecah oleh enzim tertentu.


Sumber: http://m.kabeh-ngerti.com/himiya/2081/index.html
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Sonifikasi

SONIFIKASI Sonikasi adalah suatu teknologi yang memanfaatkan gelombang ultrasonik. Ultrasonik adalah suara atau getaran dengan frekue...

Cari Blog Ini

The Alien

Pages

Blogger templates